Rabu, 02 Mei 2012


Perilaku Produsen

Produksi  adalah kegiatan menambah / menciptakan suatu benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.
Produsen adalah para individu/ badan yang mempunyai kegiatan membuat barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mendistribusikannya, serta menjualnya kepada konsumen.
·         Menjadi kreator dan desainer dalam penciptaan barang/ jasa.
·         Memilih, mengkombinasikan faktor-faktor produksi dan teknologi, serta mendayagunakan secara efisien.
·         Memilih tempat dan menata letak mesin untuk proses produksi.
·         Melaksanakan proses produksi untuk meningkatkan daya guna barang/ jasa dan memperbanyak persediaan barang/jasa untuk kepentingan dan kepuasan masyarakat.
·         Mendistribusikan dan menjual barang/ jasa kepada konsumen.

Poduksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. 

Optimalitas merupakan salah satu usaha yang ingin dicapai oleh setiap unit bisnis. Ada dua segi optimalitas, memaksimakan keuntungan dan meminimalkan pengeluaran. Produksi maksimum tidak menjamin keuntungan maksimum. Produksi optimal lebih baik daripada produksi maksimal karena produksi optimal menjamin keuntungan maksimal.

Produksi optimal dapat dicapai apabila ada pengorganisasian penggunaan input sebaik mungkin. Alokasi input yang baik ini dapat dilihat dari berapa besar sumbangan seluruh input terhadap produksi. Jika tambahan input mengakibatkan pengurangan produksi maka tambahan input tersebut tidak diperlukan karena pada saat tersebut penambahan input tidak lagi efisien. Penambahan input yang mengakibatkan penambahan output yang jauh lebih besar juga kurang baik karena pada saat tersebut ongkos produksi per unit telah mengalami peningkatan. Kontribusi input yang optimal dicapai bila tambahan input proporsional dengan tambahan output. Konsep ini dikenal dengan istilah return to scale (RTS).

Perluasan produksi
Preluasan produksi dapat dilakukan dengan jalan menambah faktor produksi (ekstensifikasi) atau meningkatkan produktivitasnya (intensifikasi). Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan sarana yang ada dengan memperhatikan:
·         Keterbatasan faktor produksi.
·         Besar kecilnya pengaruh penambahan input terhadap output.
Dalam meningkatkan produksi pertanian, perlu diteliti kombinasi penambahan input yang diperkirakan akan memberikan output paling besar (paling maksimal).

Kombinasi Dua Input Dengan Biaya Terendah (Least Cost Combination) 

Least cost combination  adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. 
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu
selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang
menggantikan atau yang mensubstitusi.  Jadi, selama  ∆X2.P2 > ∆X1.P1 maka penggantian
 ∆X2  oleh ∆X1 masih menguntungkan. Biaya sudah mencapai minimum apabila
 ∆X2 . P2 = ∆X1.P1   atau 
 ∆X2/ ∆X1 = P1/P2 atau MRTSX1X2  = P1/P2.

Dengan demikian untuk menentukan kombinasi dua input dengan biaya terendah
diperlukan dua syarat :
·         isoquant untuk tingkat output yang dikehendaki dan daya substitusi marginal antara kedua input harus diketahui (syarat keharusan).
·         daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 ( MRTSX1X2) harus sama dengan rasio harga X1 dan harga X2 (syarat kecukupan) atau MRTSX1X2 = P1/P2 atau PMX1/PMX2   = P1/P2 atau PMX1/P1 = PMX2/P2.

Penggunaan kombinasi factor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah. Syarat LCC: MRTS (marginal rate of technical substitution), bila menambah salah satu input maka mengurangi penggunaan input.
Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Kemiringan garis harga faktor menunjukkan rasio harga modal dan tenaga kerja yaitu 1:5. Dengan menggabungkan isoquant dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor-faktor yang akan memaksimalkan output.

Sumber referensi:
http://ferybisnissukaku.blogspot.com/2010/05/least-cost-combination.html
http://www.ips.web.id/2012/02/teori-perilaku-konsumen-dan-produsen.html
http://nuhfil.lecture.ub.ac.id/files/2009/03/mikro-5-perilaku-produsen-nuhfil.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment disini